Vietnam…. pasti sebagian dari anda
berpikir, Vietnam bukanlah destinasi liburan yang mengasikan. Kalau begitu anda
salah. Yang perlu anda tahu, Vietnam tak pernah sepi dari turis. Berbagai turis dari belahan dunia selalu memadati
di setiap kota Vietnam.
Saya dan teman-teman tiba di kota Ho chi minh, kota yang berada di Vietnam bagian selatan
tepat saat malam natal setahun yang lalu (Desember 2012). Begitu memasuki pusat
kota Ho chi minh atau tepatnya di City Hall, kami langsung disambut oleh
keramaian orang-orang yang berjalan kaki memenuhi City Hall untuk merayakan
malam natal. Diantara mereka banyak yang menggunakan kostum seperti santa
claus. Asal tahu saja, penduduk Ho chi minh sebenarnya tidak merayakan natal
karena hampir 90 persen penduduk Vietnam beragama Budha. Bagi mereka Natal
adalah perayaan Universal.
Berjalan- jalan di kota Ho Chi Minh, saya memperhatikan jalanannya. Lalu
lintas di kota Ho chi minh ternyata lebih berantakan daripada di Jakarta,
banyaknya sepeda motor melebihi banyaknya jumlah penduduk.
Di kota Ho chi minh banyak sekali bisa kita jumpai sisa-sisa peninggalan
jajahan perancis seperti Catedral Notredame, Post Office dan Opera House. Di
kota Ho chi minh juga banyak kita jumpai sisa-sisa peninggalan perang Vietnam
seperti Cuchi Tunnel yaitu tempat persembunyian para tentara Vietnam. Ada juga War Museum yang berisi
pesawat perang dan tank milik Amerika saat perang vietnam. Di dalamnya juga
terdapat foto-foto hasil jepretan para fotografer saat perang Vietnam yang bisa
membuat anda dijamin ingin menangis saat melihat foto-foto tersebut.
Jangan lupa mampir ke pasar Ben Thanh, pasar yang terkenal di Ho Chi Minh untuk membeli Oleh-oleh.
Di kota Ho chi minh masih banyak bisa kita jumpai restaurant-restaurant
halal. Karena sebenarnya daging babi merupakan campuran utama makanan-makanan
di Vietnam, jadi kita tidak bisa jajan
sembarangan.
Setelah menghabiskan tiga hari di Ho chi minh, kami melanjutkan
perjalanan ke Vietnam bagian tengah menggunakan pesawat. Di vietnam tengah kami
mengunjungi tiga kota yaitu Da nang, Hoi an dan Hue. Di Vietnam tengah, sangat
kental sekali pengaruh budaya china. Di kota Da nang, saat mengunjungi Marble
Mountain kita akan menemukan patung budha besar buatan manusia. Jika manusia
punya keyakinan apapun bisa dilakukan.
![]() |
| Budha at Marbe Mountain |
Perjalanan dilanjutkan ke kota Hoi An yang hanya berjarak 30 km atau
ditempuh selama 30 menit dari kota Da nang. Awalnya kami berfikir, apa yang
menarik yang bisa kami temukan di kota kecil ini. Ternyata kota ini tak pernah sepi
dari Turis. Hoi An ancient town, Hoi An Ancient Town dilindungi oleh
UNESCO sebagai World Heritage. Mungkin sekilas hanya tampak gedung gedung tua
biasa, tapi gedung gedung ini di konserfasi dan dirawat oleh pemerintah untuk
dijadikan tempat wisata. Andaikan pemerintah di Indonesia bisa merawat gedung
gedung tua di daerah kota tua, pasti akan banyak menarik banyak wisatawan.
Sebelum memasuki Hoi An ancient town kita akan melewati Japanase Covered Bridge
yang dibangun oleh pemerintahan Jepang.
![]() |
| Hoi An Ancient Town |
![]() |
| Japanese Bridge |
kami memutuskan untuk tidak menyewa sepeda namun berjalan kaki. Hoi An
sebenarnya kota kecil yang sangat nyaman sekali untuk berjalan kaki dimana
trotoar sungguh sangatlah layak serta Hoi An Ancient town ini tidak terlalu luas. Hanya sepeda dan
sepeda motor yang boleh melintas disini. Anda juga bisa berkeliling Hoi An
ancient Town menggunakan Cyclo. Cyclo adalah becak khas Vietnam. Berjalan jalan
disini jadi teringat seperti di jalanan di Braga, Bandung. Gedung-gedung tua
disini banyak digunakan untuk toko souvenir. Banyak juga kita jumpai
wanita-wanita yang menjajakan makanan khas kota Hoi An.
![]() |
| Cyclo |
Naik sampan menyusuri sungai di kota Hoi An bagai naik gondola di
Venesia. Sungguh tenang sore hari di kota Hoi An melihat para penduduk lokal
yang sangat ramah, bergabung dengan para turis. Malam hari di pinggiran sungai
banyak cafe-cafe yang dipenuhi oleh turis untuk menikmati indahnya Hoi An
ancient town yang hiasi dengan lampion lampion menambah cantik Hoi an ancient
town pada malam hari.
![]() | ||
| naik sampan di Sungai yang mengelilingi Hoi An Ancient Town |
Bermalam di Kota Hoi An, paginya kami langsung melanjutkan perjalan ke
kota Hue yang kami tempuh selama 3,5 jam. Kami sempat kena tilang saat menuju
kota Hue, bisa anda bayangkan apa penyebabnya? Karena kecepatan kendaraan kami
melewati kecepatan 40km/jam. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh dalam waktu
2 jam, jadi lebih lama karena kecepatan tak boleh lebih dari 40km/jam.
Sesampainya di kota Hue kami langsung menuju Perfume River. Dinamakan
Perfume River karena konon sungai ini memiliki aroma yang wangi. Kami naik
sebuah kapal berbentuk naga dan langsung menyusuri Perfume River. Tak hanya
menyusuri sebuah sungai, karena ternyata setelah 30 menit menyusuri Perfume
River kita akan menemukan sebuah pagoda. Thien mu pagoda namanya. Thien mu pagoda
terdiri dari tujuh tingkat, masing-masing tingkat diartikan sebagai bentuk
kemanusiaan yang diambil dari Budha. Di Thien mu pagoda ini banyak terdapat
biksu-biksu muda.
![]() |
| Thien mu Pagoda |
Selanjutnya masih di kota Hue, kita masih akan dibuat kagum dengan Hue
Imperial City yang dulunya adalah tempat tinggal para raja yang sangat mewah
dan megah. Hue Imperial City ini mirip dengan Forbiden City yang ada di
Beijing. Begitu kental dengan segala ornament khas China. Andapun bisa menyewa
baju Tradisional China untuk berfoto.
![]() |
| Hue Imperial City |
Keesokan harinya kami naik pesawat
lagi untuk menuju kota Hanoi, Vietnam bagian Utara. Ya.. kita akan menuju
ibukota Negara Vietnam. tapi kali ini kita tidak akan langsung menyusuri kota
Hanoi, tapi kita akan mengunjungi sebuah kota di Vietnam Utara yang berbatasan
langsung dengan Republik Rakyat China. Kota ini merupakan tujuan utama para
wisatawan jika berkunjung ke Vietnam. Saat itu bulan Desember, Ha Long Bay
begitu dingin udaranya mencapai 8 derajat celcius pada malam hari dan 11 derajat
celcius pada pagi hari.
Siapa tak kenal Ha Long Bay,
dijuluki negeri tempat bersemayamnya para naga. sebuah teluk yang sangat
menawan karena disana terdapat gugusan pulau kapur yang menjulang spektakuler
dari dalam laut. Kami mengarungi Ha Long Bay menggunakan sebuah kapal pesiar
yang jumlahnya begitu banyak. Diantara gugusan-gugusan pulau kapur tersebut
terdapat sebuah kampung nelayan terpaung yang tenang, yang segala kebutuhan
listrik sampai air bersih ditanggung oleh pemerintah. Sampai-sampai pemerintah
membuat sekolah terapung agar para anak nelayan tetap bias bersekolah.
Jadi seluruh keluarga nelayan ini hidup
tenang dan tentram walaupun berada di tengah-tengah laut.
![]() |
| Deretan Gunung kapur di Ha Long Bay |
Kami turun dari pesiar ditengah-tengah kampung nelayan tadi,
lalu melanjutkan dengan naik perahu yang semua pendayungnya kebanyakan adalah
para wanita. Mereka sangat kuat bukan. Tidak mau kalah dengan para wanita
pendayung tadi, anda juga bisa menggunakan Kayak untuk menyusuri gugusan
pulau kapur nan elok.
![]() |
| Naik Kayak mengelilingi deretan Gunung Kapur |
Puas naik
kayak, kami lanjutkan pesiar kami ke sebuah gua yang sangat mengagumkan. Gua
ini bernama gua Thien Cung Grotto atau dikenal dengan Heaven Palace. Gua ini
seperti Gua kebanyakan, yang membuatnya terlihat mengagumkan adalah sorotan
lampu warna warni yang sengaja dibuat untuk menambah keindahan dan daya tarik
gua. Pariwisata di Vietnam sangat di dukung oleh pemerintah.
Setelah
puas menyusuri Ha long bay, tidak lengkap rasanya jika tidak mampir untuk
membeli mutiara, yang memang khas dari
Ha Long Bay. Dijelaskan pula cara membedakan mana mutiara asli dan mutiara
palsu.
Rasanya tak
cukup sehari semalam di Ha Long Bay, tapi kami tetap harus melanjutkan
perjalanan kami. Kota terakhir yang akan kami kunjungi adalah Hanoi. Tak banyak
waktu kami di Hanoi, kami hanya mengunjungi salah satu Universitas tertua di
Vietnam dan tempat yang wajib dikunjungi jika ke Hanoi, yaitu Ho Chi Minh
Moseleum. Di Ho Chi Minh moseleum ini terdapat jasad Bapak Ho Chi Minh yang
merupakan pahlawan bagi rakyat Vietnam. Jasad Ho chi minh dibalsem dan masih
bias dikunjungi oleh rakyatnya. Di Ho Chi Minh Moseleum juga terdapat tempat
tinggal Ho Chi Minh sampai beliau wafat.
Sedikit
informasi, dari Vietnam tengah sampai ke Vietnam Utara kami sangat sulit
menemukan restaurant halal. Jadi kami hanya memilih sayuran dan ikan untuk menu
kami. Para penduduk Vietnam pun sangat sedikit yang bisa berbahasa Inggris,
jadi menyulitkan untuk berkomunikasi.
Sangat
berkesan sekali perjalanan kami kali ini ke Vietnam. dari para tur Guide kami
panikan, sangat santai, sampai ada yang Galau karena putus cinta.
Vietnam
yang penuh sejarah dan budaya yang menakjubkan. Dijamin anda tidak akan
menyesal jika berlibur kesana.
.png)







.png)
.png)